My Rainbow Dreams

Just Blogger Templates

Rabu, 22 Maret 2017

PERBEDAAN ANTARA KONSELING DAN PSIKOTERAPI


PERBEDAAN ANTARA KONSELING DAN PSIKOTERAPI 
A.  Pengertian Konseling
1.    Menurut Schertzer dan Stone (1980)
Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.

2.    Menurut Jones (1951)
Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan. Dimana ia diberi panduan pribadi dan langsung dalam pemecahan untuk lkien. Konseling harus ditujukan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.
       
3.    Prayitno dan Erman Amti (2004:105) 
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
       
4.    Menurut A.C. English dalam Shertzer & Stone (1974)
Konseling merupakan proses dalam mana konselor membantu konseli (klien) membuat interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya.
       
5.    Menurut APGA (American Personel Guidance Association) dalam Prayitno (1987 : 25)
Konseling adalah hubungan antara seorang individu yang memerlukan bantuan untuk mengatasi kecemasannya yang masih bersifat normal atau konflik atau masalah pengambilan keputusan.

Menurut Galdding, konseling berlangsung dalam jangka waktu yang relative singkat,bersifat antar pribadi, sesuai dengan teori-teori yang ada, dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya serta sesuai dengan etika dan aturan-aturan yang ada yang berpusat pada pemberian bantuan kepada orang-orang yang pada dasarnya mengalami gangguan psikologis agar orang-orang yang menyimpang dan mengalami masalah situsional dapat kembali normal.

B.  Psikoterapi
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian (hariyanto, 2010).

C.  Perbedaan Antara Konseling Dengan Psikoterapi
            Apabila kita tinjau dari definisi kedua permbahasan tersebut konseling Menurut Schertzer dan Stone (1980) Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.
Sedangkan psikoterapi menurut Wolberg (1967 dalam Phares dan Trull 2001), mengungkapkan bahwa psikoterapi merupakan suatu bentuk perlakuan atau tritmen terhadap masalah yang sifatnya emosional. Dengan tujuan menghilangkan simptom untuk mengantarai pola perilaku yang terganggu serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif. 
Dari dua definisi di atas kita bisa tarik kesimpulan mengenai dua pembahasan tersebut bahwa konseling lebih terfokus pada interaksi antara konselor dan konseli dan lebih mengutamakan pembicaraan serta komunikasi non verbal yang tersirat ketika proses konseli berlangsung dan semacam memberikan solusi agar konseli dapat lebih memahami lingkungan serta mampu membuat keputusan yang tepat dan juga nantinya konseli dapat menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya.
Sedangkan psikoterapi lebih terfokus pada treatment terhadap masalah sifatnya emosional dan juga lebih dapat diandalkan pada klien yang mengalami penyimpangan dan juga lebih berusaha untuk menghilangkan simptom-simptom yang di anggap mengganggu dan lebih mengusahakan agar klien dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian ke arah yang positif.

Perbedaan konseling dan psikoterapi didefinisikan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut:


KONSELING 
PSIKOTERAPI 
    1.    Klien
    1.    Pasien 
    2.    Gangguan yang kurang serius 
    2.    Gangguan yang serius
    3.    Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb
    3.  Masalah kepribadian dan pengambilan
          keputusan
    4.    Berhubungan dengan pencegahan
    4.    Berhubungan dengan penyembuhan
    5.  Lingkungan pendidikan dan non medis
    5.    Lingkungan medis
    6.    Berhubungan dengan kesadaran
    6.    Berhubungan dengan ketidaksadaran
    7.    Metode pendidikan
    7.    Metode penyembuhan

Jumat, 08 April 2016

Analisis Film Kesehatan Mental

“I Am Sam”



555e46030423bd22568b4567
Tanggal rilis: 25 Januari 2002 (Amerika)
Sutradara: Jessie Nelson
Editor: Richard Chew
Musik oleh: John Powell, Hans Zimmer, James Newton Howard
Skenario: Jessie Nelson, Kristine Johnson

SINOPSIS FILM

Film I AM SAM bercerita tentang seorang pria bernama Sam (Seann Penn) yang ternyata mengidap penyakit keterbelakangan mental. Hal tersebut membuat tingkah laku serta tingkat kecerdasan dari Sam tidak lebih baik ketimbang anak kecil yang berusia tujuh tahun. Sehingga di usianya yang sudah dewasa, tingkah laku Sam tak ubahnya seorang anak kecil. Ternyata Sam memiliki seorang putri bernama Lucy(Dakota Fanning) yang begitu ia cintai. Sebenarnya Lucy bukanlah putri kandung dari Sam. Karena ternyata Lucy adalah putri dari teman Sam. Namun ternyata teman Sam tersebut enggan untuk bertanggung jawab dan memilih untuk meninggalkan Lucy begitu saja.
Sehingga Lucy akhirnya diasuh oleh Sam. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus memenuhi kebutuhan Lucy, Sam bekerja di sebuah kedai kopi. Sebuah penghasilan yang tentu tidak seberapa namun Sam selalu berusaha sekuat tenaga dengan keterbatasannya untuk bisa membuat Lucy menjadi bahagia.
Masalah mulai muncul ketika Lucy menginjak usia tujuh tahun. Badan Pemerintahan mulai menyadari bahwa Sam dengan keterbelakangan mental yang ia miliki pastinya sudah tidak bisa menjadi orang tua bagi Lucy. Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Badan Pemerintahan tersebut memutuskan untuk mengambil Lucy dari tangan Sam dan sementara diinapkan di rumah orang tua asuh. Sedangkan sidang pengadilan tentang hak asuh Lucy dilanjutkan di pengadilan.
Sam yang tidak berdaya tentu tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa meyakinkan Badan Pemerintahan bahwa dia mampu menjadi ayah yang bertanggung jawab untuk Lucy. Sam memutuskan untuk bertemu dengan Rita Harrison (Michelle Pfeifer) seorang pengacara yang cukup terkenal.
Ketika mengetahui bahwa Sam meminta pertolongannya, awalnya Rita Harison enggan untuk menolongnya serta sinis bisa membantu Sam menang di dalam pengadilan. Namun karena kerja keras serta ketulusan yang diberikan oleh Sam membuat hati Rita Harrison menjadi luluh juga. Ia kemudian memutuskan untuk membantu Sam agar bisa mendapatkan kembali hak asuh dari Lucy. Ketulusan serta cinta kasih yang murni ditunjukan Sam kepada Lucy. Bahwa dia akan melakukan segalanya untuk bisa mendapatkan kembali putrinya tersebut. I AM SAM adalah sebuah film bertema drama keluarga.


PEMBAHASAN

Retardasi Mental
Apa Retardasi Mental itu? Para pakar mengartikannya sebagai kelainan serius dalam berpikir, mengendalikan emosi, dan berperilaku. Kondisi ini menghambat kesanggupan seseorang untuk memahami atau memperlakukan orang lain dengan normal dan membuatnya tidak bisa menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
Retardasi Mental adalah kondisi sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya di bawah 70) dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari. Retardasi mental tertuju pada sekelompok kelainan pada fungsi intelektual dan defisit pada kemampuan adaptif yang terjadi sebelum usia dewasa. Akan tetapi, klasifikasi retardasi mental lebih bergantung pada hasil penilaian IQ dari pada kemampuan adaptif. Retardasi mental merupakan penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermaknaan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selama masa perkembangan. Klasifikasi retardasi mental adalah mild retardation, moderate retardation, severe retardation dan profound retardation. Etiologi retardasi mental dapat terjadi mulai dari pranatal, perinatal dan postnatal. Beberapa penulis secara terpisah menyebutkan lebih dari 1000 macam penyebab terjadinya retardasi mental, dan banyak diantaranya yang dapat dicegah. Ditinjau dari penyebab secara langsung dapat digolongkan atas penyebab biologis dan psikososial. Diagnosis retardasi mental tidak hanya didasarkan atas uji intelegensia saja, melainkan juga dari riwayat penyakit, laporan dari orangtua, laporan dari sekolah, pemeriksaan fisis, laboratorium, pemeriksaan penunjang. Tata laksana retardasi mental mencakup tatalaksana medis, penempatan di panti khusus, psikoterapi, konseling, dan pendidikan khusus. Retardasi Mental sebenarnya bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses Patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektualitas dan fungsi adaptif. Retardasi mental ini dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa maupun gangguan fisik lainnya. Pada kenyataannya IQ (intellegence Quotient) bukanlah merupakan satu – satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya Retardasi Mental. Melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah keterampilan spesifik yang berbeda. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi yang tersedia. Sebagai kriteria dan bahan pertimbangan dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf yang Ringan, Taraf Sedang, dan Taraf Sangat berat. Retardasi Mental mengenai 1,5 kali lebih banyak pada laki – laki dibandingkan dengan perempuan.
Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :
  1. Retardasi Mental Sangat Berat (Profound Mental Retardation)
  • IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  • Sudah tampak sejak anak lahir, biasanya tidak dapat belajar berjalan, berbicara atau memahami.
  1. Retardasi Mental Berat (Severe Mental Retardation)
  • IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  • Sudah tampak sejak anak lahir, yaitu perkembangan motorik yang buruk dan kemampuan bicara yang sangat minim
  • Dapat dilatih meskipun agak lebih susah dibandingkan dengan RM moderat
  • Hanya mampu untuk dilatih belajar bicara dan keterampilan untuk pemeliharaan tubuh dasar
  • Sudah tampak sejak anak lahir, biasanya tidak dapat belajar berjalan, berbicara atau memahami.
  1. Retardasi Mental Sedang (Moderate Mental Retardation)
  • IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena retardasi mental.
  • Sudah tampak sejak anak masih kecil dengan adanya keterlambatan dalam perkembangan, misalnya perkembangan bicara atau perkembangan fisik lainnya
  • Anak hanya mampu dilatih untuk merawat dirinya sendiri
  • Pada umumnya tidak mampu menyelesaikan pendidikan dasarnya
  • Dengan latihan dan dukungan dari lingkungannya, mereka dapat hidup dengan tingkat kemandirian tertentu.
  1. Retardasi Mental Ringan (Mild Mental Retardation)
  • IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari orang yang terkena retardasi mental. Pada umunya anak-anak dengan retardasi mental ringan tidak dikenali sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah.
  • Mulai tampak gejala pada usia sekolah dasar, misalnya sering tidak naik kelas, selalu memerlukan bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi
  • Mereka memerlukan pengawasan dan bimbingan serta pendidikan dan pelatihan khusus.
  • Mereka seringkali tidak dewasa dan kapasitas perkembangan interaksi sosialnya kurang.
  • Mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru dan mungkin memiliki penilaian yang buruk. Mereka jarang melakukan penyerangan yang serius, tetapi bisa melakukan kejahatan impulsif.
Penyebab kelainan mental ini adalah faktor keturunan (genetik) atau tak jelas sebabnya (simpleks). Keduanya disebut Retardasi Mental Primerr. Sedangkan faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap otak bayi dalam kandungan, setelah lahir atau terhadap anak-anak.
Ciri utama retardasi mental adalah lemahnya fungsi intelektual. Lama sebelum muncul tes formal untuk menilai kecerdasan, orang dengan retardasi mental dianggap sebagai orang yang tidak dapat menguasai keahlian yang sesuai dengan umurnya dan tidak bisa merawat dirinya sendiri.
Selain intelegensinya rendah, seseorang dengan retardasi mental juga sulit menyesuaikan diri dan susah berkembang. Keterampilan adaptif antara lain adalah keahlian memperhatikan dan merawat diri sendiri dan mengemban tanggung jawab sosial seperti berpakaian, buang air, makan, kontrol diri, dan berinteraksi dengan orang sekitar.
Pencegahan retardasi mental dapat primer (mencegah timbulnya retardasi mental), atau sekunder (mengurangi manifestasi klinis retardasi mental). Pencegahan Primer pada orang dengan retardasi mental dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat, perbaikan sosio-ekonomi, konseling genetik dan tindakan kedokteran (seperti perawatan pranatal yang baik, pertolongan persalinan yang baik, kehamilan pada wanita adolecence dan diatas 40 tahun dikurangi dan pencegahan peradangan otak pada anak-anak.
Pencegahan Sekunder meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak, pendarahan subdurai, kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu cepat, dapat dibuka dengan kraniotomi; pada mikrosefali yang kogenital, operasi tidak menolong).

Kaitan film I am Sam dengan Psikologi Kesehatan Mental
Film ini berkisah tentang bagaimana sulitnya menjadi seorang ayah (Sam)yang sempurna di mata orang lain, yaitu putrinya sendiri (Sam), teman-temannya dan yang utama adalah di mata petugas sosial negara tersebut (Los Angeles). Cukup sulit bagi Sam untuk meyakinkan petugas sosial bahwa ia ayah yang mampu mendidik dan membesarkan putrinya seperti anak lainnya. Hal ini dikarenakan Sam memiliki mental retardation (MR), sehingga mereka menganggap Sam tidak mampu mengasuh dan memberikan pendidikan yang layak kepada Lucy dengan intelejensi Sam yang hanya setara dengan anak usia tujuh tahun . Jika dilihat dari karakteristik yang dimiliki Sam, kemungkinan Sam berada dalam kategori cacat mental mild. Sebab dia sendiri sudah mampu merawat diri sendiri, sudah dapat dididik, secara fisik tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan orang normal, hanya saja dia memiliki kekurangan dalam koordinasi, kekuatan dan cara berbicara lambat dan kurang jelas.
AAMR (American Association on Mental retardation) menyatakan bahwa MR menunjukkan adanya keterbatasan yang signifikan dalam berfungsi, baik secara intelektual maupun perilaku adaptif yang terwujud melalui kemampuan adaptif konseptual, sosial, dan praktikal yang dipelajari untuk dapat berfungsi dalam kehidupannya sehari – hari ( AAMR dalam Simangunsong, 2009). Keterbatasan – keterbatasan tersebut menyebabkan dalam kehidupan sehari – hari mereka bergantung pada orang lain, termasuk Sam. Dalam kasus ini, keterbatasan tersebut bukan hanya berpengaruh pada dirinya saja, melainkan juga banyak mempengaruhi kehidupan putrinya. Dengan intelejensi yang hanya setara dengan anak usia tujuh tahun tentu dianggap akan menghambat pendidikan putrinya. Sebab dapat dikatakan bahwa intelenjensi Sam akan berada di bawah intelejensi putrinya kelak.
Selain itu, para petugas sosial juga menganggap bahwa Sam hanya mampu mempelajari hal tertentu saja. Hal ini terlihat pada saat di pengadilan, pihak petugas sosial mengatakan bahwa Sam tidak akan mengerti kebutuhan Lucy saat remaja nanti. Padahal, faktanya belajar dan berkembang dapat terjadi seumur hidup bagi semua orang. Maka, siapapun dapat mempelajari sesuatu, hanya saja bagi Sam proses pembelajaran tersebut jauh lebih lama dibanding orang normal. Dalam kasus ini, motivasi cukup berperan penting dalam setiap usaha belajar yang dilakukan oleh Sam. Dia tidak mudah learned helpless dalam menghadapi masalah yang dihadapinya, meskipun dia pernah mengalami putus asa tapi dia masih dapat bangkit kembali.

Dilihat dari segi sosialisasi, Sam cukup dapat diterima oleh lingkungan sosialnya. Komponen penyesuaian sosial mencakup penyesuaian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, penyesuaian di dalam keluarga, penyesuaian di dalam pekerjaan, dan penyesuaian dalam kehidupan senggang dan kehidupan sosial yaitu aktivitas kelompok dan teman (Simangunsong, 2009). Jika dilihat dari aktivitas sehari-hari, ketermpilan Sam dalam merawat diri seperti makan, mandi, berpakaian telah dapat dilakukan dengan baik. Hanya saja dalam film tersebut, juga ditunjukkan suatu peristiwa saat Sam tidak mampu memakai dasi. Hal ini dikarenakan Sam tidak pernah memakai dasi sebelumnya sehingga dia belum memiliki pengalaman sama sekali dalam pemakaian dasi.
Penyesuaian dalam keluarga merupakan hal yang sangat banyak dijadikan masalah. Masalah tersebut bukan dating dari Sam atau Lucy, putrinya, melainkan dari pihak petugas sosial anak. Hubungan Sam dan Lucy terlihat sangat dekat. Hal ini dibuktikan dengan seringnya Sam menemani Lucy bermain di taman di sela-sela waktu kerjanya. Bahkan tidak jarang Sam juga mengantar dan menjemputnya sekolah dan di malam hari dia juga selalu membacakan cerita untuk Lucy (dengan buku yang sama).
Di lingkungan kerjanya, Sam cukup dihargai oleh rekan kerjanya dan rekan kerjanya juga tidak begitu mempermasalahkan keterbelakangan mental yang dimiliki oleh Sam. Saat sedang bekerja Sam selalu mengucapkan “pilihan yang baik” kepada seluruh pelanggan sebagai respon setelah pelanggan memesan minuman. Hal ini berkaitan dengan perkembangan bahasanya. Seperti yang dikatakan dalam Mangunsong (2009), perkembangan bahasa adalah salah satu kekurangan penderita retardasi mental. Sulit bagi penderita untuk untuk memahami dan menghasilkan bahasa. Mereka pada umumnya hanya mengulangi dan menghafalkan kalimat-kalimat tertentu saja. Sam sendiri, selalu mengucapkan kalimat “pilihan yang baik” kepada setiap pelanggan karena dia menghafalkannya. Atau juga, hal ini dapat dilihat saat Sam berusaha menghafalkan kalimat-kalimat yang akan diberikan saat dia diminta untuk menjawab pertanyaan pengacara pihak petugas social. Jika diminta untuk menjawab secara langsung tanpa menghafal, maka Sam akan memberikan jawaban yang tidak fokus dan kurang relevan dengan pertanyaan yang diajukan seperti pada persidangan sebelumnya.dengan kelompok juga dilakukan oleh Sam. Kelompok yang dimiliki oleh Sam beranggotakan para pria yang seusia dengan dia dan mengalami retardasi mental juga, selain itu ada juga temannya yang mengidap fobia terhadap sesuatu rekaman suara.
Aktivitas rutin yang dilakukan oleh kelompok tersebut adalah nonton bersama di rumah mereka secara bergantian. Mereka juga sering pergi keluar bersama –sama, misalnya makan ataupun belanja. Selain dengan teman sepermainan, ia juga tetap memiliki hubungan yang spesial dengan lawan jenisnya yaitu pengacaranya sendiri. Meskipun pada akhirnya hubungan Sam dan pengacara tersebut belum begitu jelas statusnya, namun hal ini menunjukkan bahwa hubungan interpersonal Sam tidak terganggu.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa retardasi yang diderita oleh Sam masih dapat dikategorikan dalam kelompok mild. Hal ini dapat kita lihat dari batasan kemampuan yang dimiliki Sam. Dia sudah mampu merawat diri sendiri dan juga tidak begitu bergantung pada orang lain. Selain itu, yang paling menonjol adalah kemampuan interaksi sosial Sam tidak begitu buruk. Dia memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja, putrinya, teman wanita dan juga memiliki aktivitas kelompok (peer).


Kesimpulan

            Retardasi mental merupakan penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermaknaan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selama masa perkembangan. Klasifikasi retardasi mental adalah mild retardation, moderate retardation, severe retardation dan profound retardation.  Jika dilihat dari karakteristik yang dimiliki Sam dalam film tersebut, kemungkinan Sam berada dalam kategori cacat mental mild. Sebab dia sendiri sudah mampu merawat diri sendiri, sudah dapat dididik, secara fisik tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan orang normal, hanya saja dia memiliki kekurangan dalam koordinasi, kekuatan dan cara berbicara lambat dan kurang jelas. Dia sudah mampu merawat diri sendiri dan juga tidak begitu bergantung pada orang lain. Kondisi seperti Retardasi Mental memang sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari, tetapi dapat dilihat bahwa bukan berarti semua yang mengalami retardasi mental berarti tidak bisa berbuat apa-apa (dapat dimengerti dari klasifikasi Retardasi Mental). Dapat dilihat dari apa yang bisa dilakukan dengan Keterampilan adaptif antara lain adalah keahlian memperhatikan dan merawat diri sendiri dan mengemban tanggung jawab sosial.


DAFTAR PUSTAKA
Payne JS, Patton JR. Mental retardation. Columbus: Bell & Howell Company,1981. h. 1-466.
https://id.wikipedia.org/wiki/Retardasi_mental
http://unordinary-world.blogspot.co.id/2009/03/penyebab-keterbelakangan-mental.html
https://junteq.wordpress.com/2010/03/09/film-i-am-sam-dari-kacamata-psikologi/
http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/2-3-8.pdf





Senin, 25 Januari 2016

DAMPAK SOSIAL INTERAKSI MANUSIA dan INTERNET

DAMPAK SOSIAL INTERAKSI MANUSIA dan INTERNET

                                                


Internet adalah alat yang ampuh untuk mencari dan mendapatkan berbagi informasi. Itu juga merupakan cara bagi orang untuk berkomunikasi satu sama lain. Email, chat room, dan pesan instan membantu orang tetap berhubungan dalam jarak yang jauh. Orang-orang juga menggunakan internet untuk tujuan praktis. Beberapa toko atau bank sudah banyak yang menggunakan sitem online untuk mempermudah pelanggannya dalam kehidupan sehari-hari.
Cakupan internet sangat luas sehingga dalam menemukan informasi yang Anda butuhkan adalah seperti berburu harta karun. Untungnya, ada alat untuk memandu Anda dalam pencarian Anda. Salah satu alat ini adalah World Wide Web. web membantu orang menemukan informasi di internet. Buktinya bahwa dengan alat yang tepat dan keterampilan, Anda dapat menemukan hampir apa saja di internet.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam situs jejaring sosial ternyata memiliki dampak secara psikologis baik positif maupun negatif. dampak psikologis positif yang dapat diperoleh antara lain adanya keterbukaan diri yang tidak terbatas yang berguna untuk memenuhi kebutuhan afiliasi seseorang, memperoleh validasi sosial, meningkatkan kontrol sosial, meraih pengklarifikasian diri, dan melatih pengekspresian diri.
Akan tetapi, keterbukaan diri dalam dunia maya juga memiliki dampak negatif yaitu berkurangnya aspek privasi dalam diri seseorang. padahal privasi memiliki fungsi untuk mengembangkan identitas pribadi, melakukan evaluasi diri, dan membantunya mengembangkan dan mengelola perasaan otonomi diri (personal autonomy). Otonomi ini meliputi perasaan bebas, kesadaran memilih dan kemerdekaan dari pengaruh orang lain.
Selain 2 aspek psikologis diatas, dampak lain yang dapat muncul akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam jejaring sosial antara lain :
1.      

Ketergantungan Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya  seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain games yang ada

2.      

Bisa terjadi kurangnya kontak sosial di dunia nyata karena seseorang lebih senang untuk berinteraksi melalui dunia maya.
3.      

Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan.
4.      

Pornografi Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi. 


Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan temannya melalui dunia maya.

Daftar Pustaka
Kelas :  2PA04
Kinerja kelompok
1.                        Alifah Nurul Hazhiyah      10514855
2.                        Ishma Shabur Annisa         15514497
3.                        Lia Mulidiawati                 16514055
4.                        Muhammad Ali Reza         17514073
5.                        Neneng Komariah              17514891
6.                        Regatin Monliya Utpa        1C514754


Job Desk
1.                         Alifah                    : mengedit materi 
2.                         Ishma                    : menyediakan internet
3.                         Lia                         : mengedit materi
4.                         Ali                         : mencari materi
5.                         Neneng                  : menyediakan notebook
6.                         Regatin                  : mencari materi
 

Link
4. Ali : 
Nama Mata Kuliah           : Psikologi dan Teknologi Internet
Nama Dosen                     : Novia Fatimah

Minggu, 27 Desember 2015

KELOMPOK KERJA DAN BRAINSTORMING

Brainstorming
Brainstorming adalah grup kreativitas teknik  di mana sebuah kelompok mencoba untukmenemukan solusi untuk suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan daftar ide spontandisumbangkan oleh para anggotanya. Brainstorming dikembangkan dan diciptakan oleh AlexOsborn Faickney  pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi.
Dalam buku itu, Osborntidak hanya mengusulkan metode curah pendapat, tetapi juga membentuk aturan yang efektifuntuk hosting sesi brainstorming.Brainstorming telah menjadi teknik kelompok populer dan telah menimbulkan perhatian diakademisi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji dalil Osborn bahwa brainstorming lebih efektif daripada individu yang bekerja sendiri dalam menghasilkanide. Beberapa peneliti telah menyimpulkan bahwa pernyataan tersebut adalah palsu(brainstorming adalah tidak efektif), sementara yang lain menemukan kelemahan dalam penelitian dan menetapkan bahwa hasilnya tidak meyakinkan. Selanjutnya, para peneliti telahmembuat modifikasi atau variasi diusulkan brainstorming dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas brainstorming. Namun, tidak ada bukti empiris yang menunjukkan bahwavariasi lebih efektif daripada teknik asli.Meskipun demikian, brainstorming dapat dari utilitas besar ketika kelompok rekeningtersebut untuk, dan bekerja untuk meminimalkan proses kelompok yang mengurangiefektivitas.
Brainstorming adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kesuksesan Brainstorming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas. Brainstorming mulai dikenalkan pada tahun 1950-an dan menjadi tidak dipisahkan dari TQM (Total Quality Management), namun tak hanya disitu penerapannya, Brainstorming dapat digunakan di segala bidang.
 Brainstorming dapat memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota tim. namun saat ini Brainstorming juga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, namun juga dapat dilakukan di dunia maya atau telekonferensi dengan jarak ribuan meter.


MODEL-MODEL dari BRAINSTORMING, ANTARA LAIN :
1.                  Verbal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam sebuah pertemuan langsung.
2.                  Nominal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan cara chatting.
3.                  Electronic Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat seperti group support system. 
  
TAHAPAN DARI TEKNIK BRAINSTORMING
·                     Pemberian informasi dan motivasi
Pada tahap ini leader menjelaskan masalah yang akan dibahas dan latar belakangnya,  kemudian mengajak kelompoknya agar aktif untuk memberikan tanggapannya. 
* Identifikasi
Anggota diajak memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang diberikan anggota ditampung, ditulis dan jangan dikritik. Pemimpin kelompok dan peserta dibolehkan mengajukan pertanyaan hanya untuk meminta penjelasan.  
* Klasifikasi
 Mengklasifikasi berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa juga berdasarkan struktur / faktor-faktor lain.  
* Verifikasi
 Kelompok secara bersama meninjau kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahan yang dibahas. Apabila terdapat kesamaan maka yang diambil adalah salah satunya dan yang tidak relevan dicoret. Namun kepada pemberi sumbang saran bisa dimintai argumentasinya.  
* Konklusi (Penyepakatan)
 Pimpinan kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui. Setelah semua puas, maka diambil kesepakatan terakhir cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat. 
  
LANGKAH-LANGKAH TEKNIS  
Langkah-langkah dalam melaksanakan brainstorming, yaitu:
a.      Persiapan. 
1.    Mengundang peserta meeting.
2.    Memberikan agenda acara materi yang akan dibicarakan.
3.    Mempersiapkan ruangan dan fasilitas pendukung lainnya.
b.      Pelaksanaan.
1.    Menentukan batasan waktu yang digunakan.
2.    Menetapkan pimpinan meeting dan pencatat pembicaraaan (notulis).
3.    Menetapkan aturan main (rule of the game) bersama.
4.    Menentukan metode yang digunakan dalam brainstorming.
5.    Memberi kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan ide-idenya.
6.    Menuliskan setiap ide yang dilontarkan peserta.
7.    Melakukan pengelompokan ide yang sejenis.
8.    Melakukan pembahasan ide-ide.
9.    Mengambil keputusan.
10.  Menyimpulkan pembicaraan.
KEUNGGULAN BRAINSTORMING
* Ide yang muncul lebih banyak dan beragam  
* Kesalahan akan terdeteksi karena yang terlibat banyak orang
* Waktu dan tenaga dicurahkan oleh banyak orang dan dengan demikian terdapat lebih banyak akses informasi dan keahlian.
     HAMBATAN 
Dalam melakukan teknik brainstorming dapat timbul beberapa hambatan yang disebabkan antara lain:
1. Peserta tidak mematuhi aturan main, misalnya:
     -   Memberi komentar terhadap ide yang dilontarkan peserta lain.
     -   Dalam satu putaran, seorang peserta melontarkan lebih dari satu ide.
     -   Seorang peserta yang belum sampai gilirannya sudah menyampaikan idenya.
     -   Ada peserta yang mendominasi atau memotong pembicaraan peserta lain.
     -   Ada peserta yang bertanya pada saat proses berlangsung.  
2. Pencatat merubah ide (baik isi maupun maksud) yang dilontarkan oleh peserta 
3. Peserta tidak mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang 
4. Hambatan non teknis, seperti : takut salah, kurang antusias, dan kurang ada kerjasama

Mengingat hambatan tersebut, Team leader perlu memberi dorongan, teguran dan arahan kepada peserta untuk membantu kelancaran proses. Disamping itu, para peserta sendiri dituntut untuk menyadari prinsip-prinsip aturan main. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila suatu Team membicarakan permasalahan dengan teknik brainstorming, yaitu:  

1. Agenda acara yang akan dibahas dibagikan sebelum meeting dimulai
2. Mempersiapkan Team leader dan notulis yang cakap dalam memimpin meeting 
3. Catatan ide diperlihatkan kepada seluruh peserta pada saat ide itu dilontarkan
4. Memberi kesempatan kepada peserta yang mengalami hambatan untuk mengemukakan ide-idenya pada kesempatan khusus 
KESIMPULAN
  
 Dengan sistem rapat elektronik anggota kelompok dapat bertukar ide denganmenggunakan fasilitas internet, dengan begitu juga akan terlihat bagaimana kontribusi dari masing-masing anggota kelompok. dan juga dalam cara ini dapat ditemukan ide-ide kreatif yang jarang mendapat kesanaan antar anggotanya, sehingga dapat menghasilkan solusi pemecahan masalah secara kreatif dan terkategorisasikan, penghapusan duplikat atapun penghapusan informasi yang sama, dapat menghasilkan pemikiran yang tidak seperti biasanya atau tidak standar, dan proses diskusi antar anggota kelompoknya. 
Jadi dalam kerja kelompok dengan menggunakan cara brainstorming terlebih dalam brainstorming model elektronik akan lebih efektif. Karena dengan menggunakan cara ini, anggota kelompok akan lebih mudah mendapatkan materi dalam internet dan membaginya kepada anggota yang lain.

Daftar Pustaka: 

Kelas :  2PA04

Kinerja kelompok
1.                        Alifah Nurul Hazhiyah      10514855
2.                        Ishma Shabur Annisa         15514497
3.                        Lia Mulidiawati                 16514055
4.                        Muhammad Ali Reza         17514073
5.                        Neneng Komariah              17514891
6.                        Regatin Monliya Utpa        1C514754
Job Desk
1.                         Alifah                    : mengedit materi 
2.                         Ishma                    : menyediakan internet
3.                         Lia                         : mengedit materi
4.                         Ali                         : mencari materi
5.                         Neneng                  : menyediakan notebook
6.                         Regatin                  : mencari materi
Link
2.                  Ishma : http://ishmashaburannisa.blogspot.co.id/2015/12/kelompok-kerja-dan-brainstorming.html
6.                  Regatin : http://thistrueorfalse.blogspot.co.id/2015/12/brainstorming.html
Nama Mata Kuliah           : Psikologi dan Teknologi Internet
Nama Dosen                     : Novia Fatimah