A. Proses Sensasi – Persepsi pada Manusia
1. Stimulus
Stimulus adalah hal – hal yang merangsang terjadinya kegiatan belajar, seperti pikiran, perasaan dan lain – lain yang dapat ditangkap melalui alat indera.
2. Ambang Batas
Ukuran batas atau kadar zat atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dari unsur pencemar yang dapat ditolerir atau masih belum membahayakan keberadaannya dalam kadar normal.
3. Indera Manusia
Alat pada tubuh manusia yang dapat menerima rangsang dari luar tubuh.
4. Sensasi
Sensasi (sensation) berasal dari bahasa latin : sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Atau Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi merupakan tahap pertama stimuli mengenai indra kita. Sensasi adalah proses manusia dalam menerima informasi sensoris (energi fisik dari lingkungan) melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal neural yang bermakna. Proses penginderaan itu melalui rangsang dari inderawi. Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi dari lingkungan luar.
5. Persepsi
Secara etimologis, persepsi (perception) berasal dari bahasa Latin perception, yang artinya menerima atau mengambil.Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana caraseseorang melihat sesuatu sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt, 1978). Persepsi itu sendiri adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka dan seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan. Dengan kata lain,persepsi itu adalah sebuah respons yang kita berikan akibat dari sensasi yang kita terima dan respons tersebut cenderung berhubungan dengan pengalaman kita. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan, dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi.
Menurut Yusuf (1991:108) menyebut persepsi sebagai “pemaknaan hasil pengamatan”. Bagi Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan. Menurut Verbeek, persepsi dapat dirumuskan sebagai suatu fungsi yang manusia secara langsung dapat mengenal dunia riil yang fisik. Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Mangkunegara (dalam Arindita, 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek, penerimaan stimulus (Input), pengorganisasian stimulus, dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengancara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Adapun Robbins (2003) mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan, yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.
6. Persepsi visual
Persepsi melalui indera penglihatan.
Mata hanyalah merupakan salah satu alat atau bagian yang menerima stimulus, dan stimulus ini dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga akhirnya individu dapat menyadari apayang dilihat. Secara alur dapat dikemukakan bahwa proses persepsi berlangsung sebagian berikut :
1. Stimulus mengenai alat indera, ini merupakan yang bersifat kealamaan ( fisis)
2. Stimulus kemudian dilangsungkan ke otak oleh syaraf sensoris, proses ini merupakan proses fisiologi
3. Di otak sebagian pusat susunan urat syaraf terjadilah proses yang akhirnya individu dapat menyadari atau mempersepsikan tentang apa yang diterima melalui alat indera.proses yang terjadi dalam otak ini merupakan proses psikologi.
B. Faktor-faktor persepsi
• Faktor Internal
Faktor internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, misalnya sikap, kebiasaan, dan kemauan. Faktor internal yang mencakup beberapa hal antara lain :
• Fisiologis
Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya.Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
• Perhatian
Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
• Minat
Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
• Kebutuhan yang searah
Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
• Pengalaman dan ingatan
Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
• Suasana hati
Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.
• Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar individu yang meliputi stimulus itu sendiri, baik sosial maupun fisik. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :
• Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus.Faktor ini menyatakan bahwa semakin besarnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akanmempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
• Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
• Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yangsama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
• Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luarakan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
• Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.
C. Proses perubahan sensasi – persepsi
A. Stimulus
Dalam psikologi, stimulus adalah bagian dari respon stimuli yang berhubunngan dengan kelakuan.
Dalam fisiologi, stimulus adalah perubahan lingkungan internal atau eksternal yang dapat diketahui. Ketika stimulis dimasukan kedalam reseptor sensoris, stimulus akan memengaruhi refleks melalui transduksi stimulus.
B. Transduktive ( penerjemahan makna )
Transduksi pada umumnya adalah transportasi atau transformasi sesuatu dari satu bentuk, tempat, atau konsep yang lain. Dalam psikologi , transduksi mengacu pada penalaran dari kasus-kasus khusus untuk kasus-kasus umum, biasanya digunakan oleh anak-anak selama pengembangan mereka. Kata ini memiliki banyak definisi khusus dalam bidang yang berbeda-beda. Selanjutnya, transduksi didefinisikan sebagai apa yang terjadi ketika banyak sensor dalam tubuh mengkonversi sinyal fisik dari lingkungan ke dikodekan sinyal saraf dikirim ke sistem saraf pusat.
C. Brain : Primary Area
Daerah sensorik primer adalah area otak utama yang menerima informasi sensorik dari thalamic proyeksi saraf.
Meskipun beberapa daerah otak manusia yang menerima informasi sensorik primer tetap buruk didefinisikan, masing-masing lima modalitas sensorik telah diakui berhubungan dengan kelompok-kelompok tertentu sel-sel otak yang mulai mengkategorikan dan mengintegrasikan informasi sensorik.

· Sistem somatosensori : The somatosensori primer korteks (SI) adalah di sulkus sentral dan belakang korteks motor utama dikonfigurasi untuk umum sesuai dengan susunan sel-sel motorik terdekat yang berhubungan dengan bagian-bagian tubuh tertentu. Daerah ini meliputi materi abu-abu di sepanjang gyrus pusat dan ekstensi ke dalam gyrus postsentralis .
· Taste : Daerah gustatory utama dekat representasi wajah dalam gyrus postsentralis . Dimulai pada sekitar paling lateralis titik pada gyrus dan berlanjut ke korteks insularmana gyrus postsentralis lipatan atas operkulum ( Latin : kelopak mata atau tutup) dari girus pada sulkus lateral yang .
· Penciuman : korteks penciuman terletak di uncus yang ditemukan di sepanjang ventral permukaan lobus temporal . Penciuman adalah satu-satunya sistem sensorik yang tidak disalurkan melalui thalamus.
· Visi : Daerah visual yang dikenal sebagai V1, korteks striate, atau ( korteks visual utama , daerah Brodmann 17) terletak di sulkus calcarine jauh di dalam bagian dalam lipatan lobus oksipital .
· Mendengar : The korteks pendengaran primer terletak di gyri melintang yang terletak pada bagian belakang lilitan temporal superior dari lobus temporal .
D. Brain : Asosiation Area
salah satu daerah dari korteks serebral otak yang terhubung oleh berbagai serabut saraf ke seluruh bagian kedua belahan otak dan koordinasi seperti kegiatan yang lebih tinggi sebagai pembelajaran dan penalaran.

E. Personalized perception
Persepsi bukan hanya ditentukan oleh jenis atau bentuk stimuli, tetapi karakteristik orang yang memberikan respons pada stimuli tersebut. ketika di perlihatkan suatu gambar pada orang lapar dengan orang yang kenyang, maka orang lapar akan menanggapi gambar sebagai makanan, daripada orang yang tidak lapar.Krech dan Crutchfield (Rakhmat, 2003) merumuskan dalil “persepsi bersifat selektif secara fungsional”, artinya objek-objek yang mendapat tekaanan dalam persepsi individu biasanya merupakan objek-objek yang memenuhi tujuan individu tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh:
1. kebutuhan
2. suasana mental
3. suasana mental
4. latar belakang budaya
5. kerangka rujukan
0 komentar:
Posting Komentar